Kau kah anak negeri yang mau mendengar?
Kau kah anak negeri yang mau mendengar?
Kau kah anak negeri
yang masih mau berhenti sejenak,
di tengah riuh yang gemar berteriak,
lalu memilih mendengar
suara yang tak laku dijual?
Kau kah anak negeri
yang tak lekas marah saat kebenaran pahit,
yang tak menutup telinga
ketika sejarah berdehem pelan
mengingatkan luka lama?
Mendengar bukan tanda kalah,
ia keberanian paling sunyi.
Sebab yang mendengar
harus menanggalkan ego,
harus rela hatinya disentuh
oleh jerit yang bukan miliknya.
Jika kau masih mau mendengar
tangis tanah yang digerus pelan,
napas rakyat yang kian pendek,
dan janji yang lupa pulang,
maka berdirilah.
Bukan sebagai yang paling benar,
melainkan sebagai yang paling setia:
setia menjaga makna,
saat negeri ini
lebih sering kehilangan arah
daripada kehilangan suara.
Comments
Post a Comment